Keberpihakan Ilmu Pengetahuan

Suasana diskusi (Foto: Untung)

Suasana diskusi (Foto: Untung)

PURWOKERTO-Ahmad Sucipto beberapa kali mengulang kalimat “Ilmu memiliki keberpihakan,” di hadapan mahasiswa FMIPA dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)-nya, Kamis (1/10). Salah satu pembicara dalam diskusi berjudul “Peran Posisi Sains dan Teknologi dalam Pembangunan Ekonomi Indonesia” itu mengatakan, dekat ini asas manfaat telah berubah menjadi asas komersil.

Sucipto, sapaan akrabnya, juga menambahkan bahwa saat ini pengetahuan dijadikan barang dagangan. ”Pengetahuan bisa dijadikan barang dagangan,” ungkapnya dalam diskusi yang berlangsung di halaman FMIPA dekat sekertariat BEM.

Mahasiswa Jurusan Fisika, Taufiq Setiawan, mempertanyakan mengenai dukungan pemerintah terhadap sains. ”Sains tidak didukung pemerintah, bagaimana cara menyadarkan pemerintah?” ungkap Taufiq. Menanggapi hal tersebut, Sucipto beranggapan bahwa pemerintah sudah mengambil keputusan dalam keadaan sadar.

Di tengah diskusi, Ia juga menjelaskan bahwa mahasiswa harus memiliki senjata. “Tiga senjata yang mahasiswa harus punya, belajar, berorganisasi, dan berjuang,” tegas Sucipto. Di akhir diskusi Ia menyatakan, “Peran posisi sains dan teknologi dalam pembangunan ekonomi Indonesia, sains memiliki kepentingan keberpihakan. Salah kalau ilmuan itu tidak berpolitik. Pengetahuan akan sangat berguna ketika digunakan untuk kepentingan masyarakat umum,” tutup Sucipto. (Lely Zikri Zulhidayah)