Grebeg Sura, Stimulan Pariwisata Alternatif

Barisan Peserta Festival dalam "Grebeg Sura Baturraden”

Barisan Peserta Festival dalam “Grebeg Sura Baturraden”

BATURRADEN–Tidak hanya menjadi ritual tahunan, “Grebeg Sura Baturraden” Minggu (2/11) juga  berpotensi menjadi  objek wisata di Banyumas melihat antusiasme warga yang begitu tinggi. Dinas Pemuda Olahraga Budaya Pariwisata (Dinporabudpar) Banyumas mengalokasikan dana untuk mengembangkan festival ini, “Kami memfasilitasi mereka (12 desa) dengan memberikan bantuan untuk tiap desa, bantuan ini dimaksudkan sebagai stimulan untuk menggali seni tradisi yang adadi masing-masing desa yang ditampilkan pada hari ini. Tapi angkanya (dana untuk setiap desa-red ) saya lupa jadi saya tidak menyebut angka,” ujar Darwanti, Kepala Bidang Kebudayaan Dinporabudpar Banyumas.

Grebeg Sura tidak hanya diselenggarakan di Kecamatan Baturraden, Minggu (2/11), namun jugaakan diselenggarakan di beberapa tempat lain di wilayah Banyumas seperti Cilongok, Ajibarang, Sokaraja, dan Rawalo. “Nanti (Grebeg Sura-red) tanggal  7 (November-red ) ada di Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, tanggal 15 dan 22 juga ada,” papar Darwanti.

Grebeg Sura merupakan bentuk syukur masyarakat kepada sang khaliq karena telah memberikan rezeki dan hasil bumi melimpah. Masing-masing desa menampilkan kesenian khas dan kreativitas nya. Mulai dari Ebeg, Kentongan, Cowongan, Ogoh-ogoh, Bela Diri, Kelompok Rebana hingga arak-arakan pengantin.

Peserta ”Grebeg SuraBanyumas” dari salah satu desa bahkan rela belajar dari nol untuk menampilkan yang terbaik. “Saya latihan memainkan kentongan khusus buat acara ini (Grebeg Suran) aja,” ujar Dana (17) salah satu peserta festival asal Karangmangu. (Susilo Fathurrokhman/Imma Mahmudah)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses oleh pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com