BEM Ajak Mahasiswa Beraksi Tolak Kenaikan Harga BBM

Seruan Aksi Tolak Kenaikan BBM. Ilustrasi: Ari Mai Masturoh

Seruan Aksi Tolak Kenaikan BBM. Ilustrasi: Ari Mai Masturoh

PURWOKERTO-BEM Unsoed melalui website resminya (bem-unsoed.org) mengajak seluruh mahasiswa untuk beraksi menolak kenaikan BBM, Selasa, (18/11). Aksi direncanakan mulai pukul 16.00, diawali dari PKM Unsoed menuju ke Pusat Administrasi Unsoed (Patung Kuda Unsoed).

Pemerintah melalui pidato Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM Subsidi sebesar Rp 2.000,- untuk masing-masing komoditi. Dengan demikian, harga premium naik dari Rp 6.500,- menjadi Rp 8.500,-, sedangkan solar dari Rp 5.500,-menjadi Rp 7.500,-.

Menanggapi hal tersebut, selain BEM, Organisasi Massa Mahasiswa juga akan melakukan aksi penolakan. Salah satunya adalah FMN Unsoed. Saat dimintai keterangan terkait sikap mereka terhadap kenaikan harga BBM, FMN juga menolak.

Bahkan, mereka sudah merencanakan aksi. “Jelas kita tolak bro, besok kita aksi jam 4 (16.00 WIB-red) di depan Patung Soedirman ,” jawab FMN melalui akun twitter @FMN_Purwokerto.

Presiden berdalih, pengalihan subsidi dari sektor konsumsi ke sektor produksi ini akan diimbangi dengan paket perlindungan melalui kartu-kartu andalannya. “Untuk rakyat kurang mampu disiapkan perlindungan sosial berupapaket keluarga sejahtera, kartu indonesia sehat, dan kartu indonesia pintar,” jelasnya dalam pidato resmi Presiden.

Jokowi berharap kebijakan ini merupakan jalan terbuka untuk manfaat yang lebih besar untuk masyarakat Indonesia secara umum. (Nuhidayat)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.