ASPI Yakini Tak Ada Pembatasan

Mulai tahun 2011 GOR Soesilo Soedirman milik Unsoed tidak hanya dipakai oleh citivitas academica Unsoed lagi. Akademi Sepakbola Purwokerto Indonesia (ASPI), kini bekerja sama dalam pengembangan sepak bola Unsoed. Konsekuensi dari kerja sama ini ASPI juga berhak menggunakan Gor Soesilo Soedarman untuk tempat latihan dan sekretariat.

ASPI adalah organisasi independen yang bergerak pada pengembangan bakat sepak bola di Purwokerto. Banyak alumni Unsoed yang menjadi pengurus organisasi ini. Dalam struktur organisasi ASPI, Rektor Unsoed Prof. Edy Yuwono, P.hd menjadi penanggung jawab organisasi. ”ASPI itu seluruhnya berasal dari Unsoed dan kebanyakan mengadopsi dari Unsoed seperti logo sudah mendapatkan persetujuan dari pak rector,” ungkap Arif Kamaludin S.Sos, selaku Bendahara ASPI sewaktu dihubungi Sketsa Senin (18/4).

Dengan adanya sekolah sepak bola yang bertujuan menciptakan pemain Unsoed yang berkualitas, dan bisa membawa nama baik Unsoed di kejuaran sepak bola tingkat nasional. Namun kerja sama Unsoed dengan ASPI juga menuai banyak kontroversi di kalangan citivitas akademik khususnya dikalangan mahasiswa. “Saya sebenarnya senang adanya ASPI, akan tetapi ASPI membatasi dan mengurangi jadwal latihan sepak bola kita dan sekarang ukm bola saya latihan di lapangan Glempang,” kata Ega selaku pemain sepak bola Jurusan MIPA yang tahun kemarin rutin latihan di lapangan Gor Soesilo Soedarman.

Staff teknis UPT Fasilitas menuturkan bahwa pejadwalan kepada pihak ASPI tidak mengganggu jadwal latihan mahasiswa untuk latihan di GOR. Dr. Agus Nuryanto selaku penanggung jawab Gor menambahkan bahwa beliau sudah menjadwalkan selama tiga hari yaitu Senin, Rabu,dan Jumat kepada pihak ASPI dan belum ada MOU yang jelas dari pihak Unsoed dengan ASPI. Akan tetapi dari pihak ASPI tetap latihan selama enam hari setiap sore dan akan fleksibel dengan pemakaian lapangan kepada mahasiswa. Ketika bentrok sama kegiatan latihan mahasiwa ASPI bisa memakai lapangan lagi diluar.

ASPI sebagai pihak lembaga independen di luar Unsoed jika masih dipercaya oleh semua kalangan citivitas akdemik Unsoed maka kerja sama dapat dilanjutkan. Tetapi jika civitas academica Unsoed sudah tidak menerima ASPI, ASPI siap keluar. Hal itu dipertegas oleh Arief Kamaludin selaku pengurus ASPI, dia mengatakan “Kami ketika tidak dihargai dan tidak diterima oleh mahasiswa, kita siap keluar dari Unsoed.” (Chandra)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.