Kenduri Cinta Supremasi Hukum Berkeadilan

Dari redaksi

PURWOKERTO–Kamis (28/3), halaman parkir Gedung Pertemuan Soemardjito dipenuhi mobil pribadi, mobil dinas dan papan ucapan suka cita. Kali ini, bukan karena ada acara pernikahan seperti biasanya gedung ini disewakan ke masyarakat. Acara kali ini sama sakralnya dengan pernikahan. Namun, keduanya sama-sama wujud nyata dari cinta. Ade Maman Suherman menggenapi pencapaian tertinggi dalam kecintaannya kepada ilmu hukum. Ia sekarang digelari guru besar Hukum Internasional setelah mengawalinya pada 1990 sebagai mahasiswa Fakultas Hukum Unsoed pada Rapat Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar.

Sidang pengukuhan Prof. Dr. Ade Maman Suherman, S.H., M.Sc. tak ubahnya sebuah kenduri cinta. Walaupun diproklamirkan dalam Sidang Senat Terbuka puluhan kali kata cinta diujarkan baik dalam orasi ilmiah, pidato Ketua Senat, lagu penyemarak “Semua Karena Cinta”  dan Doa Penutup. Kata cinta tidak lagi hanya terujar dalam relasi informal, interpersonal atau  berada pada ruang domestik manusia. Cinta diusahakan masuk dalam sari pati ruang formal intelektual , ekonomi, politik dan hukum.

Suami dari Trie Esti Masita, SE., M,Si. ini melihat ketidakadilan dalam mekanisme pasar bebas yang selama ini berlangsung terutama dalam penyelesaian sengketa di Lembaga Penyelesaian Sengketa (LPS) WTO melibatkan negara berkembang. Latar belakang inilah yang menginisiasi riset hukum internasionalnya sebagai riset menuju gelar guru besar.

Tajuk orasi ilmiah ”Rezim Perdagangan Bebas dan Ketidakberdayaan Negara Berkembang Berlitigasi Pada Dispute Settlement Body (LPS)- World Trade Organization (WTO)” yang mengantarkan Maman menjadi Guru Besar, menjadi manifestasi cinta kepada hukum yang berkeadilan. Rezim pasar bebas merupakan tindak lanjut dari paham kapitalisme yang berkembang di dunia global.

Pasar bebas diejawantahkan dari prinsip kemitraan global yang menjadi salah satu pilar penopang kapitalisme global. Kapitalisme didefinisikan oleh filusuf sosialis, Karl Marx sebagai relasi sosial manusia yang diperantarai oleh benda (thing).Terbentuknya masyarakat internasional melalui kemitraan global menuntut dibentuknya hukum internasional untuk mengatur hubungan antaranggota satu sama lain dengan tetap menjaga hak masing-masing. Hukum dan masyarakat adalah dua bagian yang inhern, ada masyarakat ada hukum (ubi societas ibi ius).

“Benang merah kapitalisme dengan hukum adalah adanya hukum kebendaan yang melindungi hak kebendaan, hukum perusahaan, hukum perbankan, hukum ketenagakerjaan, hukum ekonomi dan teknologi, hukum kekayaan intelektual sebagaimana diadopsi dalam Trade Related Aspect of Intellectual Property Rights (TRIPS-WTO) dan hukum kontrak,” papar Maman.

Capaian guru besar sebagai gelar akademik tertinggi bukanlah akhir. Ini adalah awal kontribusi Maman terhadap dunia, baik intelektual maupun sosial. Ketua Senat, sekaligus Rektor Unsoed, Edy Yuwono menyampaikan hal demikian di pidatonya. Tidak seperti wisuda mahasiswa pada 19 Maret lalu yang ia tak hadir. Dalam pengukuhan ini, ia langsung memimpin sidang tanpa mewakilkannya.

Edy Yuwono memandang keberadaan Maman sebagai Guru Besar sebagai aset yang tak terhingga. “Guru Besar adalah sebuah komitmen untuk kemaslahatan masyarakat,” tutur Rektor yang juga Guru Besar Fakultas Biologi. Akhirnya, kecintaan Maman kepada hukum dimuarakan kepada semangat pengabdian untuk negeri. Ini disimbolkan dengan dikumandangkannya lagu kebangsaan “Bagimu Negeri” oleh seluruh hadirin. Ini adalah alarm bagi semua kalau laku hidup ini, “bagimu negeri, kami berbakti” seperti penggalan liriknya. Jelas bentukkebaktian tidak dapat terlaksana tanpa didasari cinta.

Seolah mendapat love calling, para sejawat pemerjuang supremasi hukum di Indonesia berkumpul di sini. Hadir dalam pengukuhan tersebut utusan dari Komisi Yudisial, Kementerian Hukum dan HAM dan Pengadilan Negeri Purwokerto. Mereka cinta kepada supremasi hukum berkeadilan seperti Maman. (Ubaid)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Related Posts

Tinggalkan Komentar Anda