PKM oh PKM

Dari redaksi

Papan tembok di penghujung depan dekat pintu masuk Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM), depan Fakultas Peternakan Unsoed separuh tidak nampak. Karena separuhnya tertutup daun dan ranting. Logo Unsoed yang seharusnya bertengger di ujung papan, lepas entah kemana. Sedikit miris memang, ditambah jalan masuk yang bergelombang. Walaupun terlihat dari luar seperti bangunan yang luas yang dapat menampung kegiatan mahasiswa, bangunan PKM terlihat tidak terawat dan ternyata menyimpan berbagai masalah.

Bagaimana tidak, banyak bangunan yang tidak berfungsi dan dimanfaatkan dengan baik. Padahal bangunan PKM ini dibangun dengan menggunakan lahan yang cukup luas, mungkin mencapai satu hektar. Sangat luas bukan? Tapi sayangnya bangunan ini kurang dimanfaatkan dengan baik, misalnya lapangan yang terletak di sebelah utara pendopo. Sebenarnya lapangan ini diperuntukan sebagai lapangan voli, hal ini terlihat dari adanya dua buah tiang yang berdiri di sisi-sisi lapangan. Namun sayangnya sejak lapangan ini dibuat jarang sekali terlihat mahasiswa yang menggunakannya untuk bermain bahkan bertanding.

Hal yang sama juga dialami oleh dua buah bangunan yang terletak paling depan di lingkungan PKM. Yang pertama adalah bangunan yang terletak persis di belakang gerbang. Bangunan ini sepertinya dimaksudkan untuk pos keamanan, tapi karena tidak pernah ada orang yang berjaga di sana, membuatnya terlantar. Ini juga terjadi pada bangunan yang terletak di ujung sisi selatan. Bangunan baru ini sudah difasilitasi sofa, namun tak pernah digunakan. Para penghuni pun tak mengerti untuk apa bangunan tersebut disediakan karena tidak pernah ada pemberitahuan dari pihak rektorat atau pun sekedar nama yang menempel pada bangunan tersebut. Lalu sebenarnya untuk apa mereka dibangun jika akhirnya hanya ditelantarkan?

Jika pihak rektorat sibuk membangun pos satpam atau pun bangunan lain yang akhirnya tidak terpakai, namun sepertinya mereka malah melupakan fasilitas pendukung yang lebih dibutuhkan oleh mahasiswa, yakni mushola. Fasilitas ini mungkin tidak terlalu dipikirkan oleh pihak rektorat padahal justru bangunan inilah yang selama ini dinanti-nanti oleh sebagian besar para penghuni PKM yang beragama Islam. Selama ini mereka harus pergi ke masjid atau pun fakultas terdekat jika ingin melaksanakan sholat ditengah aktivitas kemahasiswan. Bukankah dalam Jati Diri Unsoed dijelaskan jika kita sebagai mahasiswa Unsoed harus rajin beribadah sesuai nilai luhur Pangsar Jenderal Soedirman? Lalu kenapa tidak disediakan sarana yang mendukung?

Tak hanya itu, masalah MCK pun kurang layak. Selama 2 tahun ini saluran air kurang lancar, seringkali air tidak tersedia, padahal ini merupakan masalah yang urgent. Ini tentu membuat para penghuni merasa tidak nyaman karena untuk membuang hajat saja mereka pergi ke masjid ataupun fakultas terdekat, padahal aktivitas di PKM seringkali berlangsung hingga malam hari. Petugas kebersihan pun jarang membersihkan kamar mandi yang ada, maka tak heran bila kemudian tercium bau tidak mengenakan di lingkungan PKM.

Masalah keamanan di PKM juga sepertinya benar-benar tidak diperhatikan oleh para pemimpin universitas. Bagaimana tidak, di sisi depan PKM hanya dibangun pos satpam saja, tapi sampai saat ini tidak pernah ada petugas keamanan yang menjaga PKM. Jika salah satu pimpinan universitas mengatakan bahwa keamanan itu tanggungjawab penghuni sekre PKM, maka jika ada kasus kehilangan dari pihak luar apakah itu juga merupakan kesalahan para penghuni PKM? Beberapa waktu terakhir, keamanan PKM sudah mulai diragukan. Beberapa sekretariat kecolongan. Jika sekretariat KSR (Korps Sukarela) sudah dua kali mengalami kehilangan barang, sekretariat UKKI (Unit Kegiatan Kerohanian Islam) dimasuki orang luar ditengah malam. Apakah PKM bisa dikatakan aman? Padahal saat ini, PKM pada malam hari sangat sepi, sehingga pihak luar yang berniat jahat bisa saja masuk dan mencuri. Maka sebaiknya para pemimpin universitas lebih bijak lagi mempertimbangkan masalah keamanan di lingkungan PKM, karena PKM juga termasuk dari bagian Unsoed, dimana sebagai sarana mengaktualisasi diri bagi mahasiswa Unsoed.

Dan yang terakhir, masalah jalan yang rusak dan buruk. Paving yang dipakai untuk jalan, sebagian besar sudah rusak dan tak layak pakai, paving sudah tertutup tanah, sehingga jika hujan, jalan menjadi becek, licin, dan sangat berbahaya bagi pengendara sepeda motor. Tak haya itu, jalan di depan pintu gerbang pun sudah rusak parah, jarak antara aspal dan tanah sangat tinggi, yang membahayakan kendaraan bermotor. Jarak yang tinggi tersebut, menyebabkan kubungan air yang dalam ketika hujan turun. Sungguh memalukan, jika dari luar saja jalanan sudah rusak, bagaimana penilaian orang tentang kualitas bangunan PKM ini? Sehingga banyak sekali orang yang mengira pembangunan PKM baru ini hanya sebagai sebuah proyek semata, tanpa benar-benar diperhitungkan dan dipikirkan keberlanjutan bangunan ini. (Ulfahruri Rosdiana)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Related Posts

Tinggalkan Komentar Anda