EDITORIAL BULETIN MEI 2009

Dari redaksi

Bulan mei adalah bulan yang penuh agenda bagi agent of change sepertikita ini. Jika dirunut, tanggal 1 Mei adalah May day atau hari buruh. Selanjutnya 2 Mei adalah hari pendidikan. Kemudian masih ada peristiwa bersejarah yang dicatat dengan nama “Reformasi”. Khusus untuk mahasiswa Universiatas Jenderal Soedirman ada momen tambahan yakni menghilangnya eksistensi rumah diskusi bernama warteg depan FISIP menjelang bulan Mei 2009.

Hampir semua momen yang ada di bulan mei punya kaitan erat dengan mahasiswa. Tengoklah sebuah lirik lagu perjuangan “buruh tani mahasiswa rakyat miskin kota, bersatu padu rebut demokrasi…“ bukankah status kita melegenda? Tapi masalahnya, apakah peran kita sebegitu hebatnya?

Renungan ini penting mengingat harapan besar masyarakat yangdigantungkan pada pundak kita. sesuai lagu tersebut, status perjuangan kita adalah perjuangan proletar, pejuang kaum kecil dan tertindas. Tapi sudahkah kita melakukan perjuangan tersebut?

Padahal, dalamlingkup pendidikan yang jelas ranah kita saja, banyak hal yang harus dibenahi. Karena kenyataannya pendidikan di Indonesia masih menjadi barang mahal. Pendidikan yang Seyogyanya adalah hak asasi setiap warga negara belum dapat dinikmati semua anak bangsa. Parahnya lagi, pendidikan dikomersilkan!

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Related Posts

Tinggalkan Komentar Anda