Menyambung Mata Rantai Advokasi POM

Dari redaksi

PURWOKERTO-Selasa (23/12), sebuah fenomena baru tergambar di Universitas Jenderal Soedirman. Sekelompok Mahasiswa dengan pengawalan ketat security menyegel Rektorat.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB ini pada mulanya menuntut untuk mengadakan audiensi dengan Rektor terkait transparansi dana POM. “Ini ultimatum! Jika sampai jam setengah dua belas nanti tidak ada iktikad baik dari Rektor untuk menemui mahasiswanya sendiri, maka kami akan meyegel gedung ini!” teriak Taki selaku korlap aksi.

Setelah cukup lama menunggu, akhirnya staf rektorat menemui sembari menyampaikan informasi bahwa Rektor sedang berada di Jakarta, Pembantu Rektor 1 sedang di Semarang, Pembantu Rektor 2 sedang menunaikan ibadah haji, dan Pembantu Rektor 3 sedang tidak di tempat.

Perwakilan rektorat ini juga meminta adanya penjadwalan ulang agar ada perwakilan mahasiswa yang menemui Rektor sepulang dari Jakarta. Namun permintaan ini langsung ditolak oleh mahasiswa, mahasiswa menuntut adanya undangan terbuka untuk semua mahasiswa Unsoed dalam prosesaudiensi.

Aksi dilanjutkan dengan pemasangan segel pada pintu rektorat yang didahului dengan pemberian piagam penghargaan kepada rektor Prof. Ir. Sudjarwo sebagai pemimpin sebuah institusi yang komersil, yang diterima dengan lapang dada oleh perwakilan staf rektor.

Aksi yang berlangsung sekitar dua jam dansempat menyedot perhatian media nasional ini pun berlangsung damai dan diakhiri dengan penandatangan spanduk oleh perwakilan mahasiswa semua fakultas di Unsoed sebagai simbol penolakan terhadap POM.

Sebuah babak baru Aksi yang diprakarsai oleh sekumpulan mahasiswa dengan nama CPU (Centra Peduli Unsoed) ini merupakan babak baru dari advokasi perlawanan POM yang sebelumnya bersifat ke-fakultas-an sampai tersentralisasi dalam lingkup Unsoed.

Pada akhir aksi, CPU juga menyerukan kepada semua mahasiswa Unsoed untuk memboikot terhadap penarikan dana POM dan bagi mahasiswa yang tidak boleh mengambil KHS (Kartu Hasil Studi) karena belum membayar POM untuk melapor pada komite CPU yang akan segera dibentuk pada tiap-tiap fakultas, dan selanjutnya akan dilaporkan ke KOMNAS HAM.

Beberapa hari sebelum aksi, CPU sudah menempelkan pamflet pada masing-masing fakultas sebagai media awal advokasi. Namun menurut beberapa sumber, media ini kurang masif, selanjutnya diadakan polling yang berisi seputar POM.

Sebelumnya pada tahun 2006 sudah pernah ada penolakan POM yang terjadi di Fakultas Biologi Unsoed, dalam prosesnya upaya perijinan sebagian mahasiswa untuk mengikuti rapatorang tua mahasiswa waktu itu gagal, sehingga memaksa mahasiswa putar arah dan memilih untuk meng-advokasi para orang tua mahasiswa yang hendak mengikuti rapat POM.

Hasilnya tidak mengecewakan, nominal angka yang diusulkan pihak fakultas bisa ditekan sampai angka Rp. 700.000. Meskipun persoalan POM bukan pada angkanya, namun pada penarikan dananya, beberapa mahasiswa biologi yang terlibat waktu itu mengaku senang. (Syafiq)

Tulisan ini sebelumnya telah dimuat di lpmsketsa.com, dimuat ulang di BU (beritaunsoed.com) agar tetap bisa diakses pembaca. Portal berita lpmsketsa.com resmi beralih ke beritaunsoed.com.

Related Posts

Tinggalkan Komentar Anda